Vestyles.com - Banyaknya produk-produk makanan yang dijual dalam bentuk kalengan maupun buatan tanpa kaleng namun dalam proses pembuatannya tidak diperhatikan dari segi kebersihan maupun bahan yang digunakan sesuai atau tidaknya untuk dikonsumsi dari segi itulah banyak produk makanan yang tidak sewajarnya dijual namun dikonsumsi banyak orang yang akhirnya memicu efek buruk bagi orang yang menkonsumsinya terutama akan berefek keracunan.
Keracunan makanan pernah dialami oleh sebagian orang memakan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau yang terkontaminasi. bahan yang terkontaminasi ini bisa berupa bakteri, virus, parasit, jamur bahkan toksin dan akhirnya memicu keracunan yang dapat berefek buruk bagi tubuh, dimana sebagian orang akan merasakan gejala yang tidak nyaman diperut bahkan muntah-muntah.
Berikut jenis keracunan yang sering dialami bagi sebagian orang :
#1 Botulisme
Botulisme yaitu racun di terhadap bagian saraf yang mana diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum, bakteri ini tumbuh pada makanan ataupun bahan untuk makanan yang diawetkan termasuk dalam proses pengawetan tidak baik seperti, pada bakso, ikan dikaleng, sosis, daging dikaleng, buah dan sayuran di kaleng.
Gejala jika mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi akan timbul dalam 2 jam bahkan 8 hari setelah makan makanan tersebut, gejala awal bisa berupa suara parau, mulut kering, dan juga muntah-muntah, diplopia, ptosis, disastria, kelumpuhan pada otot skeletal, bisa terganggunya kesadaran, pupil melebar.
Keracunan makanan pernah dialami oleh sebagian orang memakan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau yang terkontaminasi. bahan yang terkontaminasi ini bisa berupa bakteri, virus, parasit, jamur bahkan toksin dan akhirnya memicu keracunan yang dapat berefek buruk bagi tubuh, dimana sebagian orang akan merasakan gejala yang tidak nyaman diperut bahkan muntah-muntah.
![]() |
efek keracunan (c) nasional.republikas.co.id |
Berikut jenis keracunan yang sering dialami bagi sebagian orang :
#1 Botulisme
Botulisme yaitu racun di terhadap bagian saraf yang mana diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum, bakteri ini tumbuh pada makanan ataupun bahan untuk makanan yang diawetkan termasuk dalam proses pengawetan tidak baik seperti, pada bakso, ikan dikaleng, sosis, daging dikaleng, buah dan sayuran di kaleng.
Gejala jika mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi akan timbul dalam 2 jam bahkan 8 hari setelah makan makanan tersebut, gejala awal bisa berupa suara parau, mulut kering, dan juga muntah-muntah, diplopia, ptosis, disastria, kelumpuhan pada otot skeletal, bisa terganggunya kesadaran, pupil melebar.
#2 Bongkrek
Tempe bongkrek yang dibuat dari ampas kelapa yang dimana tempe bongkrek yang beracun terkandung racun asam bongkrek yang diproduksi oleh Pseudomonas cocovenenan yang dapat tumbuh di tempe ampas kelapa yang prosesnya tidak jadi, sedangkan jika pada proses tempe yang jadi maka pseudomonas tidak akan tumbuh.
Gejala yang muncul dapat berupa pusing, mual, nyeri perut atau bahkan yang terberat gagal sirkulasi dan respirasi, kejang-kejang bahkan kematian.
#3 Jengkol
Jengkol yaitu jenis buah yang biasa dimakan orang dan kebanyakan orang menyukai rasa khasnya buah jengkol ini, namun ketahuilah memakan jengkol dengan kandungan asam jengkol bisa menyebabkan munculnya gejala keracunan seperti kolik, oliguria, hematuria, gagal ginjal akut yang dimana gejala dapat terjadi 5-12 jam setelah memakan jengkol, karena asam jengkol ini akan memicu penyumbatan saluran kemih.
Itulah 3 jenis keracunan yang sebagian orang pernah mengalaminya, tentunya tetap optimalkan terlebih dahulu kualitas dan kebersihannya dari produk makanan yang ingin kita konsumsi agar tidak berefek buruk pada tubuh kita.